Tikus Sebesar Banteng

Fosil tengkorak besar dari jenis hewan penge­rat yang ditemukan tiga tahun lalu di Pantai Rio de La Plata, Uruguay Selatan, sudah rampung diidentifikasi. Institute of Physics of Montevideo mengumumkan bahwa fosil itu, empat juta tahun lalu, berwujud tikus raksasa sebesar banteng, sebe­rat 1 ton.

“Namanya Josephoartigasia monesi, sebuah spesies baru. Sepasang gigi serinya sangat besar, jauh lebih besar daripada yang dimiliki hewan jenis pengerat lainnya,” ujar Rudemar Er­nesto Blanco, peneliti dari Institute of Physics.

Blanco dan kawan-kawannya membandingkan fosil tersebut dengan jenis rodensia yang hidup saat ini di Amerika Sela­tan. Kebanyakanturunannya

saat ini memiliki bobot ku­rang dari 1 kilogram. Tapi ada dua pengecualian, yakni capybara (Hydrochoerus hydrochaeris) dan kera­bat terdekat Josephoarti­gasia, pakarana (Dinomys branickii) yang beratnya mencapai 60 kilogram.

Selama tiga tahun fosil temuan paleontolog amatir tersebut disimpan dan diteliti di Museum of Natural History, Montevi­deo. Para peneliti menduga mamalia itu menggunakan gigi se­rinya yang besar untuk memotong-motong kayu, seperti yang dilakukan berang-berang modern. Kemungkinan lain, mereka menggunakannya untuk berkelahi.

“Jika Anda adalah hewan pengerat itu dan hidup berdam­pingan dengan burung-burung karnivora penebar teror serta bangsa kucing hutan dengan kuku laksana pedang, Anda pasti akan mencari cara untuk bisa tetap hidup,” ujar Blanco. Tubuh­nya yang sangat besar itu mungkin untuk melindungi diri.

BBC

Iklan

Singa Marsupial Raja Hutan Lampau

Singa marsupial (Thylacoleo carnifex) Australia yang hidup di akhir zaman Pliocene sampai zaman Pleistocene (1,6 juta-40 ribu tahun yang lalu) bisa jadi predator darat pa­ling efektif. Dalam sekejap, singa ini mampu memburluh lawan yang jauh lebih besar.

Penelitian terbaru yang dipublikasikan jurnal zoologi meng­ungkap bahwa Thylaco(eo membunuh mangsanya mengguna­kan gigi depannya yang laksana gunting raksasa: Daging dan tulang mudah dicabiknya yang mengakibatkan trauma (luka) hebat dan hilangnya banyak darah.

Sebagai perbandingan, singa Afrika, jenis kucing paling be­sar dan ditakuti saat ini, menggunakan gigitan mereka untuk mencekik mangsanya hingga mati lemas. Teknik ini dianggap memerlukan waktu’15 menit bagi mangsa untuk tewas, de­ngan peluang membebaskan diri bagi mangsa seperti banteng atau bison yang masih cukup besar.

“Hasil pe­nelitian ka­mi menun­jukkan si­nga marsu­pial memba­ngun teknik membunuh yang berbe­da diban­ding bangsa kucing pre­dator seka­rang,” kata Stephen Wroe, doktor biomekanis dari Universitas New South Wales, Australia. Menurut dia, gigi singa berkan­tong itu bukan sekadar alat memangsa, tapi juga komponen aktif dalam proses membunuh lawan.

Menggunakan metode model komputer tiga dimensi, Wroe meneliti arsitektur kerangka tengkorak marsupial serta mem­pelajari kemungkinan mekanis dan kerja otot rahangnya. Hasil penelitiannya mengungkapkan bahwa tengkorak, rahang, kepa­la, dan leher singa memiliki struktur yang sempurna untuk melakukan pembunuhan cepat dan efektif, bukan “cekikan le­mas” seperti yang umumnya dilakukan predator kucing besar lainnya.

Walaupun tubuhnya hanya sebesar singa betina Afrika (tinggi 75 sentimeter, panjang 150 cm, dan berat sekitar 130 kilo­gram), singa marsupial bisa dengan mudah merobohkan singa jantan Afrika dan hewan lain yang jauh lebih besar, termasuk kanguru raksasa di masanya. Kelincahan tubuh serta kekuatan gigitan mereka akan dengan efektif dan cepat membunuh me­reka semua. “Jika belum punah, mereka adalah predator darat yang berada di urutan paling atas sebagai ‘raja hutan’,” kata Wroe

Tempo

Push E-mail Gratis untuk Semua Ponsel

Saat ini, e-mail memang terasa penting. Meski ada SMS e-mail tetap dipilih untuk keperluan yang lebih serius karena mampu menampung lebih banyak kata-kata plus adanya attachment.

PENTINGNYA e-mail yang bisa dibaca di ponsel memunculkan teknologi push­e-mail, yaitu sistem dan aplikasi di mana pemilik ponsel langsung bisa meneri­ma e-mail di manapun tanpa harus menekan menu tertentu. Kini ada penyedia layanan gratis untuk push e-mail seperti itu, yaitu Emoze. Layanan gratis ini bisa digunakan untuk semua jenis ponsel, asalkan men­dukung koneksi data (GPRS/3G).

Selain koneksi GPRS/3G/WiFi baik GSM/CDMA, syarat lain adalah adanya sistem e-mail yang mendukung POP3. E-mail bisa berada di server e-mail perusahaan (Microsoft Outlook, Microsoft Exchange, Lotus Notes Domino), atau di e-mail gratisan yang rrlendukung POP3 seperti Hotmail, Yahoo! dan Gmail. Kali ini Sinyal mencoba Emoze untuk e-mail Gmail, dengan langkah­langkah berikut.

1. Masuk ke situs http://www.emoze,com, dan klik Download Now di bagian Push your Gmail & Google Contacts Directly to your Mobile Device.

2. Lanjutkan dengan memilih merek ponsel (Vendor), tersedia 46 merek utama dunia yang bisa menggunakan Emoze. Lalu pilih tipe ponsel (Device) yang sesuai, dan klik Submit.

3. Maka akan muncul tiga pilihan download aplikasi, yaitu Download lewat PC, Instalasi lewat SMS atau instalasi via WAP browser. Pilih yang Anda inginkan, misalnya PC Download.

4. Lanjutkan dengan download file

emoze_s60_ 70s.sis ke komputer, lalu instal file tersebut di memori internal ponsel (bukan di kartu memori tambahan).

5. Aktifkan Emoze di ponsel, dan pilih opera­tor seluler yang digunakan untuk akses internet, lalu Next. )

6. Lalu pilih apakah push e-mail tersebut dikirim lewat server (yang harus selalu hidup), atau e-mail dikirim lewat server Emoze Global Gateway.

7. Maka server Emoze siap mengirim semua e-mail, jadwal calendar dan con­tacts, ke ponsel Anda. Pilih asal e-mail, apakah dari e-mail di Gmail atau di Outlook Web Access (di server). Masukkan pula Gmail username dan password-nya.

8. Tunggu proses koneksi dilakukan ke server e-mail Gmail, dengan tahapan Creating connection, Initializing push, dan cek data­basenya, hingga muncul pesan Connected. Maka Emoze akan mengecek apakah ada e-mail baru yang sampai di Gmail. Misalnya ada 3 e-mail yang masuk, maka akan muncul pesan “3 new item(s) received”.

9. Sejak itu, koneksi ke internet via GPRS untuk cek e-mail akan langsung dilakukan (tidak akan ditanyakan lagi). Jika dilihat di Connection Manager akan terlihat besarnya data yang lewat.

10. Lanjutkan dengan melakukan pengaturan, yaitu di Options>Settings>Rules>Inbox untuk mengatur e-mail yang masuk. Selain itu, di begian ini ada pengaturan untuk Calendar, Contacts, Drafts, dan Outbox.

11. Atur umur e-mail yang disinkronisasi (E-mail sync), e-mail yang didownload (Inbox) apakah hanya yang belum dibaca (Unread e-mails only) atau semua e-mail (Read & Unread).

12. Atur pula besarnya attachment yang boleh dikirim ke ponsel (Attachment size), mulai dari 0 hingga 300KB. Atur pula potongan panjang e-mail, yaitu jika lebih dari 8000 karakter, lebih dari 5000 karak­ter atau e-mail tidak dipotong sama sekali.

13. Lanjutkan dengan pengaturan lain, yaitu Delete Policy (hanya di ponsel atau juga di server), waktu penghapusan (2 hingga 1 minggu), dan jumlah e-mail yang disisakan (50 – 1000).

14. Jika perlu, lakukan pengaturan di bagian Calendar, yaitu untuk menunjukkan jadwal kegiatan minggu lalu dan jadwal kegiatan 1-6 bulan berikutnya.

15. Aktifkan pencatat aktifitas di bagian Advanced >General>Log file>Enabled. Sedangkan Reset berguna untuk mengha­pus semua data sinkronisasi yang telah dibuat, misalnya jika berganti alamat e-mail. E-mail dan password bisa yang dibuat sebagai push-e-mail diganti di bagian Options>Login. Pastikan di bagian Connections>Auto Start>Yes, agar Emoze selalu aktif secara otomatis.

16. Di bagian Options >Accounts>Select, Anda bisa mengatur data yang ingin dikirim ke ponsel (Calendar, Contacts, Drafts, dan E-mail/Inbox). Anda juga bisa mengatur hari apa saja e-mail boleh dikirim ke ponsel mulai dari Senin – Minggu. E-mail juga bisa diatur apakah akan selalu terkirim ke ponsel, atau selang durasi waktu tertentu ( 15 menit-24 jam).

17. Untuk mulai koneksi ke Gmail, pilih Sign in. Tunggu sampai proses koneksi selesai dan terlihat berapa e-mail yang dikirim ke ponsel, misalnya “9 new item(s) received”. Connected.” Data-data koneksi yang dilakukan terakhir akan tercatat, dan bisa dilihat di Options>Log.

18. E-mail yang masuk akan terlihat dengan tanda @ di depannya, dan ada di Inbox bercampur den­

gan SMS biasa.

Lukisan Cat Minyak Pertama di Dunia

Di mana lukisan pertama dengan cat minyak ditemu­kan? Paris? Roma? Berlin? Athena? Menurut tim arkeolog ga­bungan Jepang-Eropa-Amerika Serikat, jawaban yang benar adalah Afganistan. Tim peneliti berhasil menemukan lukisan pertama yang digambar dengan cat minyak di gua-gua kuno di kompleks arkeologi Bamiyan.

Kompleks ini sebe­lumnya terkenal karena dua patung Buddha be­sar setinggi 55 meter yang dihancurkan oleh Taliban pada 2001. Usaha dunia internasio­nal untuk merehabilita­si patung-patung itu berujung pada penemu­an gua di belakang patung-patung tersebut yang di dindingnya ter­dapat gambar dengan cat minyak, yang diperkirakan dibuat pada abad ke-5 sampai 9 Masehi.

Kajian yang dilakukan oleh Fasilitas Radiasi Sinkrotron Eropa menunjukkan lukisan itu terbuat dari minyak. Temuan bahwa ada lukisan minyak yang dibuat ratusan tahun sebelum teknik terse­but ditemukan di Eropa jelas mengejutkan. Sebab, literatur dunia sampai saat ini menyebut teknik lukisan cat minyak pertama kali ditemukan di Eropa pada abad ke-15. “Inilah lukisan pertama di dunia yang dibuat dengan cat minyak,” kata anggota tim peneliti, Yoko Taniguchi.

Lukisan mural tersebut menggambarkan Buddha dengan jubah merah tua duduk bersila di atas daun kelapa dan hewan mistik. Para ilmuwan menemukan 12 dari 50 gua yang ada dicat dengan teknik cat minyak-ada kemungkinan dari kacang-cabang dan biji bunga apiun. Selain itu, lapisan lukisan yang ada menggunakan damar dan material protein-ada kemungkinan dan putih dan ku­ning telur.

Geber Produksi Pakai Kedelai Plus

LIPI menawarkan kembali kedelai­nya yang sudah direkayasa se­hingga berproduk­si tinggi. Tergan­tung kemauan pemerintah.

Jarang-jarang Direktur Pu­sat Penelitian Bioteknologi Lembaga Emu Pengetahuan Indonesia Bambang Prasetya dan Deputi Kepala UPI Bi­dang Ilmu Pengetahuan Hayati Endang Sukara tercenung bareng di depan tele­visi. Hail itu di ruang rapat Pusat Pe­nelitian Bioteknologi LIPI, keduanya baru saja mencermati berita kelangka­an kedelai yang menyusahkan hampir seluruh lapisan di masyarakat.

Bambang dan Endang lalu berpan­dangan dan saling melempar senyum miris. “Andai saja basil penelitian para peneliti kami tentang kedelai dimanfa­atkan pemerintah sejak dulu, kisruh soal kedelai selama sepekan terakhir ini tak perlu terjadi,” kata Bambang mengungkapkan isi benaknya saat itu.

Yang dimaksud Bambang adalah pe­nelitian tentang teknik tanaman kede­lai yang memiliki produktivitas tinggi dan dikenal sebagai “kedelai plus”. “Kedelai itu dibekali mikroba yang berpotensi melakukan penambatan nitrogen secara hayati,” kata Harmas­tini Sukiman, ahli milroba LIPI.

Harmastini mengatakan mikroba berasal dari bakteri rhizobium yang biasa hidup dalam tanah. Bakteri itu­lah yang biasa berperan membantu ta­naman mengikat nitrogen dari udara. Ada 80 persen unsur nitrogen di udara yang tak dapat dimanfaatkan secara langsung oleh tanaman tanpa bersim­biosis dengan rhizobium.

“Nah, dengan menginsersi rhizobium ke dalam biji kedelai, tanaman bisa melakukan penyerapan nitrogen lebih baik dan mengubahnya menjadi unsur yang bisa meningkatkan produksi ta­naman,” dia menjelaskan.

Karena sudah disisipi bakteri, biji kedelai plus tidak memerlukan pemu­pukan secara optimal. Kebutuhan pu­puk kimia, semacam urea, pun dapat dikurangi hingga 60 persen. Bahkan, di lahan yang baik, kedelai plus bisa be­bas sama sekali dari kebutuhan pupuk kimia. Penggantinya, pupuk organik dosis rendah (2 kilogram per hektare). “Karena itu, kedelai yang dihasilkan adalah kedelai organik,” kata Harmas­tini.

Untuk tanah yang asam ataupun kondisi marginal lainnya, jenis bakteri yang sama tetap mampu tumbuh dan bersimbiosis dengan baik. Malah, pas­capenanaman tanah menjadi lebih su­bur karena kandungan nitrogen dalam tanah meningkat 20 persen.

Dengan begitu, Haimastini menvata­kan, petani bisa menjadikan kedelai se­bagai tanaman alternatif ketika padi tidak bisa ditanam. “Saat musim ta­nam padi datang lagi, tanah yang adu menjadi lebih subur,” katanya lagi.

Kebutuhan pupuk bisa dikurangi. Tanah pun boleh jadi lebih subur, tapi basil akhir yang diincar tentu saja ting­kat produksi. Jika satu tanaman kede­lai biasa umumnya menghasilkan 50­60 polong (1 polong berisi 2-3 kacang kedelai), kedelai plus mampu mempro­duksi sampai 100 polong alias dua kali lipatnya. Jadi, jika produksi nasional rata-rata kedelai biasa adalah 1,2 ton per hektare, produksi kedelai plus bisa mencapai 2,4-4,5 ton per hektare.

Angka itu sudah dibuktikan Harmastini di lahan uji coba seluas 10 hektare di Kabupaten Musiwaras, Provinsi Sumatera Selatan, pada 2004. Empat tahun lalu, benih kedelai plus yang ditebar mampu menuai ha­sil panen sebanyak 362 ton. Padahal, sebagai catatan saja, sebagian lahan bergambut.

“Uji coba lain, baik dilakukan di tanah subur maupun kurang subur, di Jawa Tengah dan Jawa Barat, seperti di Gunung Kidul, Bogor, Sukabumi, Subang. dan Serang, membuktikan hasil serupa, kali ini yang berbicara adalah Endang Sukara. Produksi te­tap jauh lebih tinggi daripada pro­duksi tanaman kedelai biasa.

Lewat kedelai plus, Endang Sukara dan kawan-kawan di LIPI sekaligus ingin mengangkat pamor kedelai di Indonesia. Menurut Endang, banyak ilmuwan, termasuk di Indonesia, yang sampai sekarang masih percaya bah­wa kedelai hanya cocok ditanam di daerah beriklim subtropis. Yang se­ring diperbandingkan adalah produk­tivitas kedelai nasional hanya 1,2 ton per hektare, sedangkan di Amerika Serikat mencapai 2,3 ton per hektare. Padahal, Endang melanjutkan, pro­duksi kedelai Amerika itu dikerek de­ngan modifikasi genetis. Kami mela­kukan modifikasi hayati, produktivi­tas kedelai lokal terbukti setara dan bahkan melebihi kedelai impor,” ka­tanya. Teknologi organic-bio-engineering yang dikembangkan LIPI, Endang me­nuturkan, bisa pula diterapkan pada seluruh varietas kedelai lokal, terma­suk keluaran Departemen Pertanian dan Badan Tenaga Nuklir Nasional. “Ongkosnya tidak mahal,” katanya sambil menambahkan, hitungan per hektare yang hanya dibutuhkan Rp 50 ribu untuk menambahkan bakteri. Endang sangat berharap pemerin­tah kali ini segera memanfaatkan ha­sil penelitian itu secara massal. Peme­rintahan sebelumnya sudah diperke­nalkan dengan kedelai plus, tapi tidak memanfaatkannya. “Penelitian ini memang tidak akan berguna apabila pemerintah tetap mempertahankan kebijakan tata niaga kedelai yang le­bih mengutamakan impor dalam ben­tuk jadi,” katanya menitip pesan.

Titip Bakteri Sejak Biji

K

edelai plus adalah buah terbaru dari 30 tahun lebih penelitian Lembaga II­mu Pengetahuan Indonesia tentang kedelai. Bakteri rhizobium adalah kunci utamanya. Karakter bakteri ini adalah ber­simbiosis dengan tanaman legum, seperti kedelai, kacang tanah, kacang hijau, dan lain-lain. Bakteri ini akan menginfeksi akar tanaman, dan hidup dengan cara membentuk bintil-bintil di akar.

Beberapa jenis terpilih rhizobium jenis B64 biotechnology culture collection di­kembangkan dalam media fermentasi cair yeast ekstrak manitol. “Ini teknologi hayati double fermentation, yakni bakteri rhizobi­um bisa memperbanyak dirinya sendiri de­ngan media ubi kayu atau singkong yang difermentasi,” kata Harmastini.

Suspensi bakteri lalu disisipkan ke da­lam biji kedelai dengan mesin vakum pen­campur yang dikembangkan LIPI. Saat biji ditanam, bakteri akan mulai menginfeksi akar kedelai dan membentuk bintil akar yang menyerap nitrogen. Akibatnya, kan­dungan nitrogen dalam tanah bisa me­ningkat sampai 20 persen setelah pena­naman. Tanah menjadi lebih subur dan produktivitas tanaman meningkat.

Alat Baru untuk yang Takut Pingsan

Rumah Sakit St Mary di London, Inggris, menjadi rumah sakit pertama di dunia yang menanam alat pacu jan­tung baru, Biotronik Cylos 990, ke tubuh pasiennya. Biotronik Cylos 990 mampu mendeteksi perubahan halus atau sangat awal dalam irama detak jantung yang biasa mendahului kejadi­an pingsan.

Pingsan memang sering diakibatkan oleh penyakit jantung dan saraf. Gejala awalnya tidak terlihat, yakni detak jantung yang me­lemah atau menurun secara drastis. Nah, alat bantu pacu jan­tung konvensional bekerja dengan mendeteksi penurunan detak jantung ini lalu membantu jantung berdetak lebih cepat.

Masalahnya, satu dari setiap 20 orang penderita berusia di atas 40 tahun tidak mengalami pelemahan detak jantung sebe­lum pingsan. Pacemaker biasa tidak bisa membaniu mereka.

Biotronik Cylos 990 dibuat sebagai sebuah terobosan kare­na tidak lagi mendeteksi pelemahan detak jantung. Biotronik Cylos 990 memonitor satu kamar di jantung, yakni serambi ka­nan, tempat darah masuk kembali ke jantung seteiah beredar ke seluruh tubuh. Alat ini memonitor apakah serambi kanan mendadak menyempit.

Ketika terjadi penyempitan itu, Biotronik Cylos 990 akan me­nyampaikan isyarat darurat berupa sinyal ke dokter dan rumah sang pasien. Selain itu, secara otomatis pula ia akan mengirim surat elektronik dan pesan pendek ke orang-orang terdekat pa­sien lengkap dengan pemberitahuan lokasi pasien. Tidak lupa, alat itu merekam data kondisi jantung pasien hingga 24 jam terakhir untuk kebutuhan dokter.

Biotronik Cylos 990 sangat membantu terutama rnereka yang berulang kali jatuh pingsan. Helen Swain, 32 tahun, mi­salnya. Warga Braintree, Essex, Inggris, itu selama ini tidak pernah pergi jauh dari rumahnya.

Alasannya sederhana: ia takut pingsan di tengah jalan. Ba­nyak pemicu yang bisa membuatnya pingsan sejak kecil, di an­taranya kelelahan, stres, atau terkejut. Kalau sudah begitu, biasanya ia akan merasa tidak enak dan beberapa rnenit ke­mudian pingsan.

Semula dokter menyangka Swain alergi, dan epilepsi penye­babnya. Tapi diketahui jantung yang membuatnya s?ring pingsan. Profesor Richard Sutton, ahli jantung di Rumah Sakit St Ma­ry, menyatakan Biotronik Cylos 990 adalah terobosan baru ba­gi upaya menolong dan menyelamatkan nyawa pasien. “Ini sa­ngat membantu pasien untuk menjalani kehidupannya sehari­hari tanpa harus takut pingsan dan tidak mendapat pertolong­an,”katanya

Memanen Panas Bumi

Panas yang dihasilkan oleh cadangan panas bumi dari da­lam perut bumi dapat dimanfaat­kan untuk menciptakan uap dan akhirnya membangkitkan listrik. Departemen Energi clan Sumber Daya Mineral RI pernah menghi­tung bahwa potensi energi pa­nas bumi Indonesia bisa meng­hasilkan 27.199 megawatt (MW), setara dengan 11 miliar barel minyak bumi. Sayangnya, sampai saat ini penggunaan sumber energi ini baru 3 persen (852 MW).

Bagaimana cara kerjanya

1. Sumur produksi digali untuk meneapai cadangan uap pa­nas bumi di dalam tanah.

2. Uap yang dimampatkan dile­paskan clan disalurkan lewat pi­pa ke pusat pembangkit listrik. Tenaga yang dihasilkan uap di­gunakan untuk memutar turbin.

3. Turbin menyuplai tenaga pada generator yang mengubah ener­gi putaran itu menjadi listrik.

4. Air yang dihasilkan dalam pro­ses ini disuntikkan kembali clan pembangkit listrik ke ca­lam reservoir untuk memeliha­ra sumber daya alam itu.


Energi Geothermal

Tiga tipe energi panas bumi yang dapat dimanfaatkan untuk membuat listrik:

Geopressurized: Menggunakan air panas, sekitar 177 derajat Celsius, dan turbin hidrolik.

Petrothermal: Menggunakan batuan pahas ke­ring yang memerlukan injeksi air untuk menghasilkan uap. Hydrothermal: Proses ini yang paling banyak di­gunakan. Proses hydrothermal ini memanfaatkan uap clan air panas. Begini cara kerjanya:

– Uap dipompakan dari sumur langsung dari reservoir ke se­buah turbin raksasa.

– Turbin memutar sebuah magnet yang membangkitkan listrik.